Laut terus bergerak. Seseorang, kapal kecil, maupun benda yang terapung di permukaan tidak akan tetap berada pada lokasi terakhir ketika kontak hilang. Arus, pasang surut, angin dan gelombang secara bersama-sama dapat membawa objek menjauh dari titik awalnya.
ANTARA pada 9 September 2026 memberitakan operasi SAR gabungan yang melakukan penyisiran Perairan Selat Sunda dari Pulau Sebesi hingga kawasan Krakatau untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru speed boat yang dilaporkan hilang kontak sejak 7 September. Pencarian dilakukan di sekitar Krakatau Besar, Krakatau Kecil dan Pulau Sertung, sementara kondisi Gunung Anak Krakatau juga menjadi salah satu faktor yang harus dipantau selama operasi.
Baca berita ANTARA News: Tim SAR Sisir Perairan Krakatau Cari Jurnalis yang Hilang Kontak
Bagaimana CORZ dapat berkontribusi?
Pada kejadian seperti ini, pemodelan oseanografi dapat digunakan sebagai pendukung analisis pencarian, terutama ketika terdapat informasi mengenai last known position dan waktu terakhir objek atau korban diketahui berada di suatu lokasi.
CORZ Indonesia dapat menerapkan pemodelan hidrodinamika yang dikombinasikan dengan simulasi pergerakan partikel atau particle tracking. Sejumlah partikel virtual dapat dilepaskan dari area terakhir yang diketahui, kemudian pergerakannya disimulasikan mengikuti arus, pasang surut, angin dan kondisi gelombang.
Karena kondisi awal selalu memiliki ketidakpastian, simulasi tidak harus menghasilkan satu titik tujuan. Pendekatan yang lebih realistis adalah menghasilkan zona kemungkinan pergerakan, yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Informasi seperti ini dapat digunakan sebagai salah satu tambahan bahan analisis dalam menentukan wilayah yang layak mendapat perhatian lebih lanjut.
Pemodelan tentu tidak menggantikan Basarnas maupun prosedur resmi operasi SAR. Namun, dukungan oseanografi numerik dapat memperkaya informasi mengenai bagaimana laut berpotensi menggerakkan objek dari lokasi terakhirnya.
CORZ Indonesia memiliki kemampuan pemodelan arus dan transport partikel yang dapat dikembangkan untuk mendukung analisis drift, pencarian objek terapung, maupun berbagai kebutuhan pemantauan transport material di laut.



