
Banjir Badai
Perubahan iklim global berdampak pula terhadap pola kejadian badai di pesisir pantai Indonesia.
- Berbasis bukti
- Asumsi dapat ditelusuri
- Keluaran siap keputusan
- Metode proporsional terhadap risiko
Ringkasan Visual untuk Presentasi Cepat
Halaman ini dilengkapi leaflet satu halaman yang dapat dibuka dalam popup gambar penuh. Format ini memudahkan penyampaian inti layanan CORZ secara singkat, jelas, dan meyakinkan untuk presentasi, diskusi proyek, maupun penjelasan kepada pengambil keputusan.
Dengan komposisi desain yang lebih proporsional, gambar memperkuat konteks teknis sementara teks tetap mengisi ruang yang kosong dengan poin penting yang mudah dipahami.
- Visual siap presentasi
- Mendukung briefing cepat
- Menonjolkan manfaat dan fokus kajian
- Mudah dibuka ulang sebagai referensi
Gunakan leaflet ini sebagai bahan penjelas ringkas sebelum masuk ke rincian teknis yang lebih mendalam.



Kejelasan sebelum keputusan dibuat
Banjir Badai
Kejelasan sebelum keputusan dibuat
Perubahan iklim global berdampak pula terhadap pola kejadian badai di pesisir pantai Indonesia.
Modul utama untuk mensimulasikan banjir badai adalah modul gelombang yang terdiri dari Gelombang Boussunesq untuk mensimulasikan kondisi real dari efek gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Modul gelombang lainnya seperti Gelombang Spektral, Spektral di Perairan Dangkal, Parabolic Mild Slope, Elliptic Mild Slope, Refraksi-difraksi Gelombang dan Perangkat analisis gelombang digunakan untuk melihat karakteristik gelombang akibat dari banjir badai.

Keputusan yang Didukung
Menentukan pendekatan, prioritas, dan tindakan yang berkaitan dengan banjir badai berdasarkan bukti yang dapat ditelusuri.

Risiko yang Dikendalikan
Dampak lingkungan, kegagalan desain, gangguan operasi, biaya tidak terkendali, dan keputusan berbasis asumsi lemah.

Kriteria Keberhasilan
Pilihan dapat dibandingkan, risiko terukur, dan rekomendasi dapat dilaksanakan.
Apa yang dianalisis dan mengapa penting

Sumber dan jalur genangan
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir badai.

Pasang, gelombang, tsunami, dan badai
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir badai.

Topografi, batimetri, dan sistem drainase
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir badai.

Kedalaman, durasi, dan luas terdampak
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir badai.

Skenario iklim dan kejadian ekstrem
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir badai.

Prioritas perlindungan dan evakuasi
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir badai.
Dasar analisis yang dapat ditelusuri

Data observasi
Survei lapangan, pengukuran in situ, laboratorium, data historis, dan dokumentasi operasional sesuai kebutuhan.

Penginderaan jauh & SIG
Citra satelit, pemetaan, analisis spasial, perubahan waktu, dan integrasi berbagai sumber data.

Pemodelan & skenario
Konfigurasi model, kalibrasi, validasi, skenario eksisting–rencana–ekstrem, serta analisis sensitivitas.

Jaminan mutu
Metadata, kontrol kualitas, asumsi, batasan, versi data, dan jejak pengolahan didokumentasikan.
Informasi yang siap digunakan

Kajian awal & kesenjangan data
Tujuan, area studi, data tersedia, kebutuhan tambahan, risiko awal, dan tingkat ketelitian yang disarankan.

Dataset, peta & indikator
Data terkontrol, peta tematik, deret waktu, indikator, dan visualisasi yang mudah dibandingkan.

Skenario & evaluasi risiko
Perbandingan kondisi eksisting, alternatif, kejadian ekstrem, sensitivitas, konsekuensi, dan pilihan mitigasi.

Laporan & ringkasan eksekutif
Metode, hasil, batasan, rekomendasi, prioritas tindakan, dan bahan presentasi bagi pemangku kepentingan.
Manfaat bagi pengambil keputusan dan kebijakan

Mengurangi ketidakpastian
Asumsi, data, variasi kondisi, dan keterbatasan dijelaskan agar risiko keputusan tidak tersembunyi.

Membandingkan pilihan secara objektif
Alternatif lokasi, desain, operasi, atau kebijakan dinilai dengan indikator yang konsisten.

Mengoptimalkan biaya dan waktu
Kebutuhan data dan tingkat analisis disesuaikan dengan risiko sehingga sumber daya digunakan secara proporsional.

Meningkatkan keyakinan pemangku kepentingan
Temuan dan rekomendasi disajikan transparan untuk telaah teknis, manajemen, regulator, dan mitra.
Proses jelas dari kebutuhan hingga rekomendasi
- 01

Definisi kebutuhan
Tujuan, pengguna, lokasi, fase kegiatan, masalah, batasan, dan keputusan yang perlu didukung.
- 02

Ruang lingkup & rencana kerja
Metode, data, survei, model, jadwal, tim, keluaran, titik telaah, dan estimasi sumber daya.
- 03

Akuisisi & kendali mutu
Pengumpulan, pemeriksaan, harmonisasi, dokumentasi, dan penilaian kecukupan data.
- 04

Analisis & pengujian skenario
Pengolahan, pemodelan, validasi, perbandingan alternatif, sensitivitas, dan evaluasi risiko.
- 05

Rekomendasi & serah terima
Peta, laporan, ringkasan eksekutif, presentasi, data pendukung, dan rencana tindak lanjut.
Landasan teknis dan konteks lengkapBuka bagian ini untuk membaca narasi teknis sumber secara lengkap.
Perubahan iklim global berdampak pula terhadap pola kejadian badai di pesisir pantai Indonesia. Datangnya angin puting beliung atau disebut juga angin puyuh seringkali menerjang beberapa daerah di pesisir Indonesia. Meskipun angin puting beliung ini merupakan ekor dari sisa badai besar diluar perairan Indonesia, tetapi dampak yang terjadi menimbulkan gelombang besar yang menerjang dan merusak pantai di pesisir Indonesia. Gelombang besar ini dipicu oleh kekuatan angin besar yang melanda daerah di pesisir dan merusak bangunan-bangunan baik permanen maupun semi permanen. Banjir karena badai dapat menggenangi dalam jangka waktu pendek maupun lama. Tergantung dari profil dari topografi dan kekuatan dari gelombangnya. Jika terdapat profil topografi yang lebih rendah dibandingkan di tepi pantai maka genangannya akan semakin lama dan jika kekuatan dari gelombang yang dibangkitkan oleh arus cukup kuat maka masuknya air laut ke daratan akan lebih jauh lagi dari tepi pantai. Banjir badai ini umumnya akan merusak profil pantai karena kekuatan gelombang pada saat menerpa daratan di tepi pantai. Jika banjir badai terjadi dengan frekuensi kejadian yang besar di suatu tempat maka lambat laun akan terjadi perubahan garis pantai.
Modul utama untuk mensimulasikan banjir badai adalah modul gelombang yang terdiri dari Gelombang Boussunesq untuk mensimulasikan kondisi real dari efek gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Modul gelombang lainnya seperti Gelombang Spektral, Spektral di Perairan Dangkal, Parabolic Mild Slope, Elliptic Mild Slope, Refraksi-difraksi Gelombang dan Perangkat analisis gelombang digunakan untuk melihat karakteristik gelombang akibat dari banjir badai. Modul Hidrodinamika digunakan untuk memperhitungkan perubahan tinggi muka laut akibat gaya pembangkit pasang-surut.
Dampak dari banjir badai dapat berakibat perubahan bentukan pantai. Perubahan bentukan pantai ini dapat dianalisis dan disimulasikan menggunakan modul Morfologi Pantai, Proses Litoral dan Dinamika Garis Pantai. Hasil dari semua modul yang digunakan berupa visualisasi hasil simulasi model dapat diintegrasikan kedalam sistem informasi kelautan melalui modul GIS Kelautan.
Modul model yang dapat digunakan untuk membangun model dengan skenario dan simulasi banjir badai adalah sebagai berikut:
Sampaikan kebutuhan, lokasi, data, dan keputusan yang perlu didukung.
Tim CORZ akan menelaah tujuan, ruang lingkup, ketersediaan data, tingkat risiko, jadwal, dan keluaran yang dibutuhkan untuk menyiapkan pendekatan yang proporsional.
- Lokasi dan fase kegiatan
- Tujuan atau keputusan yang akan didukung
- Masalah dan risiko utama
- Data yang telah tersedia
- Keluaran dan jadwal yang diharapkan