
Banjir Gelombang, Pasang, dan Tsunami
Banjir gelombang pasang terjadi karena penaikan tinggi muka laut akibat dari fase pasang naik tertinggi, rambatan gelombang panjang dari sumber lain dan juga akibat dari tsunami.
- Berbasis bukti
- Asumsi dapat ditelusuri
- Keluaran siap keputusan
- Metode proporsional terhadap risiko
Ringkasan Visual untuk Presentasi Cepat
Halaman ini dilengkapi leaflet satu halaman yang dapat dibuka dalam popup gambar penuh. Format ini memudahkan penyampaian inti layanan CORZ secara singkat, jelas, dan meyakinkan untuk presentasi, diskusi proyek, maupun penjelasan kepada pengambil keputusan.
Dengan komposisi desain yang lebih proporsional, gambar memperkuat konteks teknis sementara teks tetap mengisi ruang yang kosong dengan poin penting yang mudah dipahami.
- Visual siap presentasi
- Mendukung briefing cepat
- Menonjolkan manfaat dan fokus kajian
- Mudah dibuka ulang sebagai referensi
Gunakan leaflet ini sebagai bahan penjelas ringkas sebelum masuk ke rincian teknis yang lebih mendalam.



Kejelasan sebelum keputusan dibuat
Banjir Gelombang, Pasang, dan Tsunami
Kejelasan sebelum keputusan dibuat
Banjir gelombang pasang terjadi karena penaikan tinggi muka laut akibat dari fase pasang naik tertinggi, rambatan gelombang panjang dari sumber lain dan juga akibat dari tsunami.
Rambatan gelombang panjang dari sumber lain, misalnya gelombang Kelvin dan Rossby dan gelombang soliton (Internal Wave) dapat pula menyebabkan banjir di pesisir pantai dan daerah dekat pantai dengan dataran yang rendah dan landai. Kadang kala gelombang soliton dapat berakibat lebih besar karena energi gelombang yang dimilikinya sangat besar.

Keputusan yang Didukung
Menentukan pendekatan, prioritas, dan tindakan yang berkaitan dengan banjir gelombang, pasang, dan tsunami berdasarkan bukti yang dapat ditelusuri.

Risiko yang Dikendalikan
Dampak lingkungan, kegagalan desain, gangguan operasi, biaya tidak terkendali, dan keputusan berbasis asumsi lemah.

Kriteria Keberhasilan
Pilihan dapat dibandingkan, risiko terukur, dan rekomendasi dapat dilaksanakan.
Apa yang dianalisis dan mengapa penting

Sumber dan jalur genangan
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir gelombang, pasang, dan tsunami.

Pasang, gelombang, tsunami, dan badai
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir gelombang, pasang, dan tsunami.

Topografi, batimetri, dan sistem drainase
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir gelombang, pasang, dan tsunami.

Kedalaman, durasi, dan luas terdampak
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir gelombang, pasang, dan tsunami.

Skenario iklim dan kejadian ekstrem
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir gelombang, pasang, dan tsunami.

Prioritas perlindungan dan evakuasi
Aspek ini diperiksa untuk memperjelas implikasinya terhadap banjir gelombang, pasang, dan tsunami.
Dasar analisis yang dapat ditelusuri

Data observasi
Survei lapangan, pengukuran in situ, laboratorium, data historis, dan dokumentasi operasional sesuai kebutuhan.

Penginderaan jauh & SIG
Citra satelit, pemetaan, analisis spasial, perubahan waktu, dan integrasi berbagai sumber data.

Pemodelan & skenario
Konfigurasi model, kalibrasi, validasi, skenario eksisting–rencana–ekstrem, serta analisis sensitivitas.

Jaminan mutu
Metadata, kontrol kualitas, asumsi, batasan, versi data, dan jejak pengolahan didokumentasikan.
Informasi yang siap digunakan

Kajian awal & kesenjangan data
Tujuan, area studi, data tersedia, kebutuhan tambahan, risiko awal, dan tingkat ketelitian yang disarankan.

Dataset, peta & indikator
Data terkontrol, peta tematik, deret waktu, indikator, dan visualisasi yang mudah dibandingkan.

Skenario & evaluasi risiko
Perbandingan kondisi eksisting, alternatif, kejadian ekstrem, sensitivitas, konsekuensi, dan pilihan mitigasi.

Laporan & ringkasan eksekutif
Metode, hasil, batasan, rekomendasi, prioritas tindakan, dan bahan presentasi bagi pemangku kepentingan.
Manfaat bagi pengambil keputusan dan kebijakan

Mengurangi ketidakpastian
Asumsi, data, variasi kondisi, dan keterbatasan dijelaskan agar risiko keputusan tidak tersembunyi.

Membandingkan pilihan secara objektif
Alternatif lokasi, desain, operasi, atau kebijakan dinilai dengan indikator yang konsisten.

Mengoptimalkan biaya dan waktu
Kebutuhan data dan tingkat analisis disesuaikan dengan risiko sehingga sumber daya digunakan secara proporsional.

Meningkatkan keyakinan pemangku kepentingan
Temuan dan rekomendasi disajikan transparan untuk telaah teknis, manajemen, regulator, dan mitra.
Proses jelas dari kebutuhan hingga rekomendasi
- 01

Definisi kebutuhan
Tujuan, pengguna, lokasi, fase kegiatan, masalah, batasan, dan keputusan yang perlu didukung.
- 02

Ruang lingkup & rencana kerja
Metode, data, survei, model, jadwal, tim, keluaran, titik telaah, dan estimasi sumber daya.
- 03

Akuisisi & kendali mutu
Pengumpulan, pemeriksaan, harmonisasi, dokumentasi, dan penilaian kecukupan data.
- 04

Analisis & pengujian skenario
Pengolahan, pemodelan, validasi, perbandingan alternatif, sensitivitas, dan evaluasi risiko.
- 05

Rekomendasi & serah terima
Peta, laporan, ringkasan eksekutif, presentasi, data pendukung, dan rencana tindak lanjut.
Landasan teknis dan konteks lengkapBuka bagian ini untuk membaca narasi teknis sumber secara lengkap.
Banjir gelombang pasang terjadi karena penaikan tinggi muka laut akibat dari fase pasang naik tertinggi, rambatan gelombang panjang dari sumber lain dan juga akibat dari tsunami. Fase pasang naik tertinggi berdampak pada tergenangnya daerah-daerah di pesisir pantai dan dekat laut dalam jangka waktu tertentu (biasanya 2 – 5 hari), tergantung dari tipe pasang-surut dan profil topografi daratannya di daerah tersebut. Tinggi genangan yang terjadi akibat banjir pasang dapat mencapai 1 – 2 meter.
Rambatan gelombang panjang dari sumber lain, misalnya gelombang Kelvin dan Rossby dan gelombang soliton (Internal Wave) dapat pula menyebabkan banjir di pesisir pantai dan daerah dekat pantai dengan dataran yang rendah dan landai. Kadang kala gelombang soliton dapat berakibat lebih besar karena energi gelombang yang dimilikinya sangat besar. Ketinggian gelombang ketika mencapai pantai berkisar antara 1 – 3 meter dan dapat memasuki daerah pantai lebih jauh lagi pada pantai yang landai dengan dataran yang rendah. Perambatan gelombang soliton dapat terlihat jelas melalui citra satelit radar yang memperlihatkan ketinggian gelombang yang terjadi di tengah laut.
Banjir yang disebabkan oleh gelombang tsunami karena adanya gempa bumi di dasar laut, pada umumnya memiliki dampak yang besar karena energi dan kecepatan rambat gelombangnya sangat besar. Tidak semua kejadian gempa di dasar laut dapat menimbulkan tsunami, tergantung dari besar skala dan kedalaman gempa serta besarnya deformasi yang terjadi. Tinggi gelombang di sumber gempa lebih kecil daripada tinggi gelombang saat mencapai pantai, karena ketika mendekati pantai, energi gelombang semakin besar akibat faktor topografi dasar laut yang semakin mendangkal. Ketinggian genangan banjir akibat tsunami berkisar antara 1 – 5 meter atau bahkan lebih besar lagi. Lamanya genangan yang terjadi relatif lebih cepat hilang, karena air yang masuk ke daratan akan kembali lagi ke laut untuk mencapai keseimbangannya dalam periode waktu yang pendek.
Modul hidrodinamika ini dimanfaatkan untuk banjir pasang naik dan tsunami. Banjir gelombang karena adanya sumber gelombang dari lokasi yang jauh seperti gelombang Kelvin, Rossby dan Soliton (Internal Wave) dapat pula diakomodasi dengan modul ini untuk area model dengan skala yang luas. Kondisi awal (initial condition) dari perubahan tinggi muka laut dapat dideteksi melalui citra radar. Gelombang Soliton terbentuk dari aliran massa air karena perubahan suhu, salinitas dan tekanan di kolom air yang kemudian akan membentuk gelombang ketika aliran massa air terebut memasuki perairan yang dangkal dan berbentuk selat. Perubahan suhu, salinitas dan tekanan ini, dapat pula dimodelkan melalui modul ini.
Sampaikan kebutuhan, lokasi, data, dan keputusan yang perlu didukung.
Tim CORZ akan menelaah tujuan, ruang lingkup, ketersediaan data, tingkat risiko, jadwal, dan keluaran yang dibutuhkan untuk menyiapkan pendekatan yang proporsional.
- Lokasi dan fase kegiatan
- Tujuan atau keputusan yang akan didukung
- Masalah dan risiko utama
- Data yang telah tersedia
- Keluaran dan jadwal yang diharapkan