← Kembali ke Info CORZ
Hasil Studi CORZ

(2021) Pemodelan Prediksi Hidrodinamika Sirkulasi Arus di Perairan Utara Bali

CORZ Indonesia | Research & Studies Ketika Setiap Jam Berharga, Memahami ke Mana Laut Bergerak Menjadi Sangat Penting Laut tidak pernah berhenti bergerak. Ketika sebuah objek, material, lapisan minyak, atau serpihan berada di dalam laut, posisinya tidak harus tetap sama dengan l…

CORZ Indonesia | Research & Studies

Ketika Setiap Jam Berharga, Memahami ke Mana Laut Bergerak Menjadi Sangat Penting

Lihat beberapa hasil luaran model lainnya di Youtube @CORZIndonesia

Laut tidak pernah berhenti bergerak.

Ketika sebuah objek, material, lapisan minyak, atau serpihan berada di dalam laut, posisinya tidak harus tetap sama dengan lokasi ketika pertama kali dilepaskan atau terdeteksi.

Arus bergerak.

Pasang surut berubah.

Angin bekerja di permukaan.

Dan dengan berjalannya waktu, sebuah datum pencarian dapat berkembang menjadi kawasan pencarian yang semakin luas.

Dalam keadaan darurat di laut, pertanyaan penting bukan hanya:

“Di mana posisi terakhir yang diketahui?”

tetapi juga:

Ke arah mana massa air bergerak setelah itu?
Seberapa cepat transportasinya?
Bagaimana medan arus berubah beberapa jam kemudian?
Jika ditemukan material terapung, dari mana material tersebut mungkin berasal?
Dan bagaimana informasi oseanografi dapat membantu mempersempit interpretasi terhadap area pencarian?

Pada tahun 2021, CORZ Indonesia melakukan Research & Studies melalui:

Pemodelan Prediksi Hidrodinamika Sirkulasi Arus untuk Mendukung Pencarian KRI Nanggala-402 di Perairan Utara Bali.

Studi tersebut membawa numerical ocean modelling ke dalam salah satu aplikasi yang paling menuntut waktu:

SEARCH & RESCUE SUPPORT.

21 April 2021: KRI Nanggala-402 Hilang Kontak di Utara Bali

Pada dini hari 21 April 2021, KRI Nanggala-402 meminta izin menyelam untuk melaksanakan latihan penembakan torpedo.

Setelah menyelam, komunikasi dengan kapal selam tersebut terputus.

TNI AL kemudian mengerahkan kapal untuk melakukan pencarian menggunakan sonar aktif. Pengamatan udara pada pagi hari juga menemukan tumpahan minyak di sekitar area tempat kapal selam melakukan penyelaman.

detikNews — Kronologi hilangnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali

ANTARA pada hari yang sama melaporkan bahwa operasi pencarian difokuskan di perairan Bali bagian utara, dengan berbagai kapal yang memiliki perangkat pencarian bawah air dikerahkan ke kawasan tersebut.

Peristiwa ini kemudian berkembang menjadi operasi pencarian besar yang melibatkan Indonesia serta dukungan internasional.

Bagi oseanografi, situasinya menghadirkan pertanyaan yang sangat konkret:

What is the water doing inside the search area?

Aktivitas Riset CORZ: Memprediksi Medan Arus yang Terus Berubah

Dalam studi ini, CORZ memodelkan sirkulasi arus secara prediktif di kawasan perairan utara Bali.

Tujuannya adalah menghasilkan gambaran:

CURRENT DIRECTION

CURRENT VELOCITY

LOCATION

TIME

yang bersama-sama membentuk:

SPATIAL–TEMPORAL CURRENT FIELD.

Secara konseptual:

OCEANOGRAPHIC DATA
+
BATHYMETRY
+
TIDAL / OCEAN BOUNDARY FORCING
+
METEOROLOGICAL FORCING, WHERE APPLICABLE

↓

HYDRODYNAMIC MODEL

↓

CURRENT VELOCITY & DIRECTION

↓

TIME-EVOLVING CURRENT FIELD

↓

SEARCH-AREA INTERPRETATION SUPPORT

Model tidak hanya menghasilkan satu peta.

Model memungkinkan kondisi laut diikuti melalui waktu:

t₀ → t₁ → t₂ → t₃ → tₙ

karena laut pada pukul 06.00 tidak harus sama dengan laut pada pukul 18.00.

Last Known Position Bukan Selalu Last Possible Position

Dalam operasi pencarian, Last Known Position (LKP) atau posisi terakhir yang diketahui adalah titik awal yang sangat penting.

Tetapi untuk material yang dapat terbawa air:

POSITION AT t₀

tidak selalu sama dengan:

POSITION AT t₁.

Secara sederhana:

LAST KNOWN POSITION
↓
CURRENT + WIND + TIME
↓
POTENTIAL DRIFT
↓

SEARCH AREA

Semakin panjang waktunya, ketidakpastian dapat semakin berkembang.

Di sinilah prediksi arus memiliki nilai.

Model membantu menjawab:

“Jika sesuatu berada di sini pada waktu t₀, bagaimana pergerakan air di sekitarnya selama beberapa jam berikutnya?”

Apa yang Dapat Dibantu oleh Model Arus?

Penting untuk membedakan jenis objek dalam operasi pencarian.

Untuk:

oil sheen • floating debris • life-saving equipment • other buoyant material

arus permukaan atau dekat permukaan dapat menjadi salah satu faktor penting dalam memperkirakan drift.

Untuk material di dalam kolom air, arus pada kedalaman yang relevan juga dapat berperan.

Tetapi sebuah kapal selam yang telah berada di dasar laut tidak akan “hanyut” seperti benda terapung.

Karena itu, fungsi model hidrodinamika dalam konteks seperti ini harus ditempatkan dengan tepat.

MODEL ARUS DAPAT MEMBANTU:

  • memahami medan arus di kawasan pencarian;
  • memperkirakan arah drift material terapung;
  • membantu menginterpretasikan lokasi penemuan tumpahan minyak atau debris;
  • memberikan konteks oseanografi terhadap perkembangan area pencarian;
  • membantu perencanaan survei atau operasi permukaan.

MODEL ARUS TIDAK MENGGANTIKAN:

  • sonar;
  • multibeam echosounder;
  • magnetometer;
  • side-scan sonar;
  • ROV;
  • deteksi akustik bawah air; atau
  • teknologi pencarian kapal selam lainnya.

Inilah batas ilmiah yang penting.

Hydrodynamics supports the search environment.

Underwater detection locates the wreck.

Dari Sebuah Tumpahan Minyak menuju Pertanyaan tentang Drift

Pada pagi setelah Nanggala hilang kontak, pengamatan udara menemukan tumpahan minyak di sekitar area penyelaman.

Dalam operasi pencarian, sebuah oil slick dapat menjadi informasi penting.

Namun lokasi minyak yang terlihat pada waktu tertentu belum tentu identik dengan lokasi sumbernya apabila minyak telah berada di permukaan selama beberapa waktu.

Secara konseptual:

SOURCE / RELEASE LOCATION
↓
SURFACE CURRENT + WIND
↓
OIL-SLICK DRIFT
↓

OBSERVED LOCATION

Karena itu, pertanyaannya bukan hanya:

“Di mana minyak ditemukan?”

tetapi:

“Bagaimana arus bekerja sejak minyak tersebut kemungkinan dilepaskan?”

Model hidrodinamika dapat membantu memberikan konteks fisik bagi pertanyaan semacam ini.

Current Vector: Setiap Panah Memiliki Arti

Pada visualisasi model CORZ, arus dapat direpresentasikan melalui vektor.

Setiap panah menjawab dua pertanyaan utama:

WHERE?

dan:

HOW FAST?

Arah panah menunjukkan arah pergerakan air.

Panjang atau magnitude-nya merepresentasikan kecepatan.

Tetapi model baru menjadi benar-benar berguna ketika dimensi ketiga ditambahkan:

WHEN?

Sehingga:

CURRENT VECTOR

menjadi:

DIRECTION × VELOCITY × SPACE × TIME.

Untuk search support, dimensi waktu inilah yang sangat penting.

Forecasting the Water, Not Guessing the Search

Ada perbedaan besar antara:

guessing where something may go

dan:

calculating how the water is expected to move.

Numerical hydrodynamics menggunakan hukum fisika untuk merepresentasikan gerakan air berdasarkan kondisi batas dan forcing yang diberikan.

Alurnya:

DATA
↓
PHYSICS
↓
NUMERICAL MODEL
↓
CURRENT FORECAST
↓

SEARCH SUPPORT INFORMATION

Model tetap memiliki ketidakpastian.

Tetapi ia memberikan pendekatan yang jauh lebih sistematis daripada hanya menggambar lingkaran pencarian berdasarkan jarak.

Operasi Nyata Menggunakan Banyak Petunjuk Sekaligus

Pencarian KRI Nanggala-402 memperlihatkan dengan sangat jelas bahwa operasi laut membutuhkan multi-source information.

Pada 23–24 April, pencarian melibatkan petunjuk seperti tumpahan minyak, titik magnetik, dan temuan material, sementara berbagai kapal menggunakan sistem deteksi bawah air. ANTARA melaporkan pencarian masih terkonsentrasi di utara Bali dan salah satu titik magnet yang kuat menjadi perhatian tim.

ANTARA — Perkembangan operasi pencarian KRI Nanggala-402 di utara Bali

Ini menunjukkan bahwa operasi pencarian tidak bergantung pada satu jenis data.

Informasinya dapat berasal dari:

LAST KNOWN POSITION

 

OIL SLICK

 

SURFACE / SUBSURFACE CURRENT

 

MAGNETIC CONTACT

 

SONAR

 

BATHYMETRY

 

MULTIBEAM ECHOSOUNDER

 

ROV

↓

SEARCH INTELLIGENCE.

Sembilan Titik Pencarian: Ketika Area Harus Terus Dipersempit

Menjelang ditemukannya kapal, operasi pencarian difokuskan pada sejumlah titik di perairan utara Bali.

Kompas melaporkan bahwa pada 25 April terdapat sembilan titik yang menjadi fokus, termasuk lokasi terkait tumpahan maupun anomali magnetik.

Kompas — Lokasi dan fokus pencarian KRI Nanggala-402 di utara Bali

Dalam konteks search planning, setiap tambahan data berfungsi untuk mengurangi ketidakpastian:

LARGE SEARCH AREA

↓

NEW OBSERVATION

↓

UPDATE SEARCH HYPOTHESIS

↓

NEW TARGET AREA

↓

NARROWER SEARCH ZONE

Prediksi arus dapat menjadi salah satu layer dalam proses tersebut.

25 April 2021: Nanggala Ditemukan di Dasar Laut

Pada 25 April 2021, KRI Rigel mendeteksi kontak bawah air menggunakan multibeam echosounder.

Karena ROV KRI Rigel memiliki batas operasi sekitar 800 meter, investigasi selanjutnya dilakukan menggunakan ROV dari kapal penyelamat Singapura MV Swift Rescue.

Pada pukul 09.04 WITA, ROV memperoleh kontak visual.

KRI Nanggala-402 ditemukan pada:

kedalaman 838 meter

dan sekitar:

1.500 yard di selatan datum awal.

ANTARA melaporkan bangkai kapal ditemukan dalam beberapa bagian dan seluruh 53 awak dinyatakan gugur.

ANTARA — KRI Nanggala-402 ditemukan pada kedalaman 838 meter

Reuters, melalui The Jakarta Post, juga melaporkan penemuan kapal di dasar Laut Bali setelah operasi pencarian internasional selama beberapa hari.

The Jakarta Post / Reuters — Sunken KRI Nanggala-402 found by rescuers

Model CORZ Bukan Klaim sebagai Penemu KRI Nanggala-402

Batas ini penting untuk artikel publik CORZ.

Studi CORZ:

mendukung kajian kondisi hidrodinamika untuk pencarian.

Namun penemuan fisik KRI Nanggala-402 dilakukan melalui rangkaian teknologi pencarian bawah laut, termasuk multibeam echosounder dan ROV.

Karena itu, narasi yang tepat adalah:

CORZ contributed hydrodynamic insight relevant to search-area understanding.

Bukan:

CORZ located the submarine.

Pembedaan ini justru membuat portofolio CORZ terlihat lebih kredibel secara ilmiah.

Mengapa Utara Bali Merupakan Lingkungan yang Menantang?

Perairan utara Bali merupakan bagian dari sistem laut Indonesia yang kompleks.

Kedalaman dapat berubah secara tajam menuju laut dalam.

Arus mengalami variasi spasial dan temporal.

Kondisi bawah laut tidak dapat diamati langsung dari permukaan.

Dan target kapal selam memang secara desain merupakan objek yang sulit dideteksi.

Artikel Kompas yang membahas tantangan pencarian kapal selam menjelaskan bahwa kapal selam pada dasarnya dirancang untuk sulit dilacak dan bahwa pencarian bawah air membutuhkan kemampuan sensor yang khusus.

Kompas — Mengapa kapal selam yang hilang sangat sulit dicari?

Dalam situasi tersebut:

setiap layer informasi menjadi berharga.

Dari Current Forecast menuju Search Probability

Dalam pendekatan drift modelling yang lebih luas, informasi arus dapat menjadi bagian dari sistem probabilistik.

Konsepnya:

LAST KNOWN POSITION

↓

CURRENT FORECAST

 

WIND

 

OBJECT DRIFT CHARACTERISTICS

 

UNCERTAINTY

↓

POSSIBLE TRAJECTORIES

↓

SEARCH PROBABILITY AREA

Semakin baik input lautnya, semakin baik pula kerangka fisik yang tersedia untuk mengembangkan area pencarian.

Namun hasil tersebut tetap harus diperbarui dengan observasi nyata.

MODEL → OBSERVATION → UPDATE → SEARCH.

Model Tidak Menggantikan Tim SAR

Search and Rescue adalah kegiatan multidisiplin.

Model numerik hanyalah satu bagian dari ekosistem yang lebih besar.

Operasi seperti pencarian Nanggala membutuhkan:

NAVY • SAR • HYDROGRAPHY • OCEANOGRAPHY • SONAR • AIRCRAFT • SATELLITE • ROV • INTERNATIONAL COOPERATION

Ketika semuanya digabungkan:

DATA BECOMES SEARCH INTELLIGENCE.

Inilah pendekatan yang diperlukan ketika area luas, waktu terbatas, dan target berada di lingkungan laut dalam.

Dari Ocean Modelling menuju Emergency Decision Support

Studi CORZ 2021 menunjukkan bahwa model hidrodinamika tidak hanya berguna untuk:

port design, pollutant dispersion, dredging, oil spill, atau coastal planning.

Model yang sama juga dapat digunakan untuk mendukung:

  • Maritime Search & Rescue
    • Missing-Vessel Search Support
    • Drift Prediction
    • Floating-Debris Tracking
    • Oil-Slick Interpretation
    • Emergency Marine Operations
    • Search-Area Planning
    • Marine Incident Reconstruction

Fisika dasarnya tetap sama:

WATER MOVES.

Dan segala sesuatu yang berinteraksi dengan air dapat terpengaruh oleh pergerakan tersebut.

Predict the Current. Reduce the Uncertainty.

Dalam operasi pencarian, kita jarang memiliki informasi sempurna.

Yang tersedia mungkin hanya:

sebuah posisi terakhir,

sebuah waktu,

sebuah tumpahan minyak,

sebuah serpihan,

sebuah kontak magnetik,

atau sebuah sinyal sonar.

Tugas ilmu pengetahuan adalah membantu mengubah informasi terbatas itu menjadi pemahaman yang lebih terstruktur.

Studi Perairan Utara Bali 2021 merepresentasikan pendekatan Research & Studies CORZ Indonesia:

Start from the Last Known Position.
Model the Currents.
Follow the Time Evolution.
Interpret the Drift.
Combine Model and Observation.
Reduce the Search Uncertainty.
Support Better Maritime Decisions.

Karena dalam operasi pencarian laut, pertanyaannya bukan hanya:

“Where was it last seen?”

tetapi juga:

“Where could the ocean have carried the evidence next?”

CORZ Indonesia for Research & Studies

Predictive Hydrodynamic Modelling • Current Circulation • Maritime Search & Rescue Support • Drift Prediction • Marine Emergency Modelling • Search-Area Analysis

Coastal-Ocean Research Zone (CORZ) Indonesia provides research, modelling, analysis, and technical solutions for coastal and ocean environments.

YouTube: https://www.youtube.com/@CORZIndonesia
Website: https://corz.co.id
Email: info@corz.co.id

© 2026 CORZ Indonesia. All Rights Reserved.

VIDEO

Tonton dari CORZ

Nilai bagi Pengambil Keputusan

Punya kebutuhan proyek pesisir atau laut?

Sampaikan lokasi, tujuan, tantangan utama, ketersediaan data, dan keluaran yang diharapkan. Tim CORZ akan membantu menyusun pendekatan teknis yang proporsional.

Kirim Ringkasan Proyek