← Kembali ke Info CORZ
Hasil Studi CORZ

(2021) Pemodelan Berbagai Macam Bahan Pencemar di Perairan Saumlaki dan Selat Timor

CORZ Indonesia | Research & Studies Satu Proyek, Berbagai Sumber Dampak—Semuanya Bergerak Bersama Laut Pembangunan fasilitas pesisir berskala besar tidak hanya berinteraksi dengan laut melalui satu jenis kegiatan. Ada air buangan. Ada pengerukan. Ada material hasil pengerukan ya…

CORZ Indonesia | Research & Studies

Satu Proyek, Berbagai Sumber Dampak—Semuanya Bergerak Bersama Laut

Lihat beberapa hasil luaran model lainnya di Youtube @CORZIndonesia

Pembangunan fasilitas pesisir berskala besar tidak hanya berinteraksi dengan laut melalui satu jenis kegiatan.

Ada air buangan.

Ada pengerukan.

Ada material hasil pengerukan yang perlu ditempatkan.

Ada konstruksi dermaga.

Ada arus, pasang surut, dan perubahan kondisi laut menurut musim.

Masing-masing memiliki sumber, karakter, dan mekanisme transportasi yang berbeda.

Karena itu, pertanyaan lingkungan tidak cukup hanya:

“Apakah ada material yang dilepaskan ke laut?”

Pertanyaannya harus berkembang menjadi:

Apa jenis materialnya?
Berapa besar sumber pelepasannya?
Bagaimana material tersebut berinteraksi dengan arus?
Ke mana ia berpotensi bergerak?
Bagaimana pola penyebarannya berubah antara Musim Barat dan Musim Timur?
Dan bagaimana informasi tersebut digunakan untuk mendukung kajian dampak lingkungan?

Pada tahun 2021, CORZ Indonesia melakukan Research & Studies melalui serangkaian pemodelan transportasi dan dispersi berbagai material di perairan Saumlaki untuk mendukung kajian ANDAL INPEX Masela.

Kajian meliputi enam skenario utama:

  • Brine Water — Musim Barat
    • Brine Water — Musim Timur
  • Sedimen dari Dumping Area — Musim Barat
    • Sedimen dari Dumping Area — Musim Timur
  • Sediment Release dari Pengerukan OLNG / Dermaga Pioneer — Musim Barat
    • Sediment Release dari Pengerukan OLNG / Dermaga Pioneer — Musim Timur

Enam simulasi tersebut membangun sebuah kerangka:

SOURCE × MATERIAL × HYDRODYNAMICS × MONSOON × RECEIVING WATERS

Inilah pendekatan yang diperlukan ketika satu proyek berinteraksi dengan laut melalui lebih dari satu jalur lingkungan.

2021: Ketika Kajian Lingkungan Blok Masela Memasuki Tahap Penting

Waktu pelaksanaan studi sangat relevan.

Pada 9 Maret 2021, ANTARA melaporkan bahwa INPEX melakukan tiga survei lanjutan untuk melengkapi dokumen AMDAL pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela.

Salah satu kegiatan tersebut adalah metocean service visit, yang secara spesifik mencakup pengamatan gelombang laut, temperatur, dan arus di kawasan Kepulauan Tanimbar pada Maret–April 2021.

ANTARA — INPEX lakukan survei lanjutan untuk melengkapi dokumen AMDAL Blok Masela

Pada Januari 2021, ANTARA juga memberitakan penegasan SKK Migas bahwa proses AMDAL Blok Masela perlu dikawal dengan baik dan benar, termasuk karena terdapat perhatian masyarakat terhadap kemungkinan dampak lingkungan maupun sosial-ekonomi.

ANTARA — SKK Migas: AMDAL Blok Masela perlu dikawal secara baik dan benar

Berita tersebut bukan pemberitaan mengenai hasil pemodelan CORZ.

Namun konteksnya sangat erat: pada tahun yang sama, kajian fisik laut dan lingkungan memang menjadi bagian penting dalam proses penilaian dampak pengembangan proyek.

ANDAL: Dari Rencana Kegiatan menuju Pertanyaan tentang Dampak

Dalam sistem AMDAL, ANDAL—Analisis Dampak Lingkungan— merupakan bagian penting untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak penting dari suatu rencana kegiatan.

Untuk aktivitas pesisir dan laut, hal tersebut membutuhkan lebih dari sekadar mengetahui lokasi fasilitas.

Kita perlu menghubungkan:

PROJECT ACTIVITY

dengan:

ENVIRONMENTAL SOURCE

kemudian:

MARINE TRANSPORT

dan akhirnya:

POTENTIAL RECEIVING ENVIRONMENT

Secara konseptual:

PROJECT DESIGN
↓
SOURCE DEFINITION
↓
HYDRODYNAMIC MODEL
↓
ADVECTION / DISPERSION / SETTLING
↓
SPATIAL–TEMPORAL DISTRIBUTION
↓

ENVIRONMENTAL IMPACT INFORMATION

Inilah peran numerical modelling dalam kajian lingkungan.

Model membantu menerjemahkan sebuah aktivitas teknik menjadi pertanyaan spasial dan temporal tentang lingkungan laut.

Tiga Jenis Sumber, Tiga Mekanisme yang Berbeda

Studi CORZ 2021 tidak memperlakukan seluruh material sebagai satu jenis “pencemar”.

Masing-masing memiliki karakter berbeda.

  1. BRINE WATER

berkaitan dengan penyebaran air buangan dengan karakter salinitas berbeda dari receiving water.

  1. DUMPED SEDIMENT

berkaitan dengan material sedimen yang dilepaskan di suatu dumping area.

  1. DREDGING SEDIMENT RELEASE

berkaitan dengan fraksi sedimen yang menjadi tersuspensi ketika pekerjaan pengerukan dilakukan.

Ketiganya berada dalam laut yang sama.

Tetapi proses transportasi dan parameter yang perlu diperhatikan tidak identik.

Karena itu:

DIFFERENT SOURCE → DIFFERENT MODEL QUESTION.

  1. Brine Water — Musim Barat

Komponen pertama adalah:

Pemodelan Sebaran Brine Water pada Musim Barat

Brine water adalah air dengan kandungan garam atau salinitas relatif tinggi dibandingkan air penerima.

Ketika air tersebut dilepaskan ke laut, pertanyaannya bukan hanya tentang konsentrasi pada titik buangan.

Yang lebih penting adalah bagaimana anomali tersebut:

keluar dari sumber → bercampur → terbawa arus → terdispersi → mengalami pengenceran.

Secara konseptual:

BRINE SOURCE
↓
DISCHARGE
↓
HYDRODYNAMIC TRANSPORT
↓
MIXING & DISPERSION
↓

SALINITY-RELATED PLUME

Skenario Musim Barat memberikan gambaran bagaimana kondisi sirkulasi pada musim tersebut berinteraksi dengan sumber buangan.

  1. Brine Water — Musim Timur

Model kemudian dijalankan kembali pada:

EAST MONSOON.

Sumber kegiatan dapat sama.

Namun kondisi laut dapat berbeda.

Prinsipnya:

**SAME DISCHARGE

  • DIFFERENT SEASONAL CIRCULATION
    = POTENTIALLY DIFFERENT DISPERSION**

Karena itu, satu model musim saja tidak ideal untuk mewakili keseluruhan kondisi tahunan.

Perbandingan:

WEST MONSOON

versus:

EAST MONSOON

memberikan informasi mengenai seasonal sensitivity dari plume.

Mengapa Pemodelan Arus Sangat Penting?

ANTARA secara spesifik mencatat bahwa survei metocean INPEX tahun 2021 mencakup gelombang, temperatur, dan arus di Kepulauan Tanimbar.

Hal ini masuk akal secara fisik.

Karena dalam pemodelan pencemaran:

CURRENT IS THE TRANSPORT ENGINE.

Arus menentukan arah advective transport.

Turbulensi dan pencampuran membantu menyebarkan material.

Kondisi musim mengubah forcing.

Maka:

SOURCE

tanpa:

HYDRODYNAMICS

belum memberikan gambaran mengenai:

WHERE THE MATERIAL MAY GO.

  1. Sedimen dari Dumping Area — Musim Barat

Komponen berikutnya adalah:

Pemodelan Sebaran Sedimen dari Pembuangan Material pada Dumping Area — Musim Barat

Material hasil pengerukan atau kegiatan konstruksi tertentu dapat memerlukan penempatan pada lokasi yang telah direncanakan.

Namun proses dumping bukan sekadar:

material dilepaskan → material langsung diam di dasar.

Ketika masuk ke kolom air, sebagian material dapat mengalami:

DESCENT

DISPERSION

HORIZONTAL TRANSPORT

SETTLING

dan akhirnya:

DEPOSITION.

Secara konseptual:

DUMPING SOURCE
↓
SEDIMENT RELEASE
↓
WATER COLUMN
↓
CURRENT TRANSPORT
↓
DISPERSION
↓
SETTLING
↓

SEABED DEPOSITION

Model membantu menghubungkan lokasi dumping dengan area of potential influence.

  1. Sedimen dari Dumping Area — Musim Timur

Skenario yang sama kemudian dievaluasi pada Musim Timur.

Ini penting karena material yang dilepaskan pada lokasi yang sama dapat mengalami transportasi berbeda apabila:

CURRENT DIRECTION

atau:

CURRENT SPEED

berubah.

Sehingga:

DUMPING LOCATION ALONE DOES NOT DEFINE THE FOOTPRINT.

Yang menentukan adalah interaksi:

SOURCE × SEDIMENT CHARACTERISTICS × CURRENT × TIME.

Dumping Area Harus Dilihat sebagai Bagian dari Sistem Laut

Dalam peta proyek, dumping area mungkin terlihat seperti sebuah poligon.

Namun bagi laut, area tersebut tidak terisolasi.

Air terus melewatinya.

Karena itu, pertanyaan lingkungan yang penting adalah:

Ke mana material halus yang terlepas dapat bergerak?

Seberapa jauh sebelum mengendap?

Apakah terdapat receiving water sensitif di sepanjang jalurnya?

Bagaimana pola tersebut berubah menurut musim?

Pemodelan mengubah:

A POLYGON ON A MAP

menjadi:

A DYNAMIC SOURCE INSIDE A MOVING OCEAN.

  1. Sediment Release dari Pengerukan OLNG / Dermaga Pioneer — Musim Barat

Komponen ketiga sumber adalah kegiatan pengerukan di:

OLNG / PIONEER JETTY.

Pengerukan berbeda dari dumping.

Pada pengerukan, sumber sedimen berasal dari gangguan terhadap dasar perairan pada lokasi pekerjaan.

Sebagian material dapat menjadi tersuspensi.

Prosesnya:

DREDGING
↓
BED DISTURBANCE
↓
SEDIMENT RELEASE
↓
SUSPENDED SEDIMENT PLUME
↓
HYDRODYNAMIC TRANSPORT
↓
DILUTION & SETTLING

Model Musim Barat memungkinkan plume dianalisis berdasarkan kondisi hidrodinamika musim tersebut.

  1. Sediment Release dari Pengerukan OLNG / Dermaga Pioneer — Musim Timur

Model kemudian dievaluasi kembali untuk Musim Timur.

Dengan dua musim, CORZ dapat membandingkan:

SAME DREDGING ACTIVITY

dalam:

TWO DIFFERENT OCEAN CONDITIONS.

Pertanyaannya menjadi:

Apakah arah plume berubah?

Apakah area pengaruh potensial berubah?

Bagaimana pola pengenceran dan pengendapan berbeda?

Jawabannya harus berasal dari model.

Bukan dari asumsi.

Mengapa Dermaga dan Fasilitas Laut Menjadi Bagian Penting Kajian?

Pengembangan proyek LNG Abadi memang direncanakan melibatkan berbagai fasilitas laut dan darat.

Dalam sosialisasi AMDAL, INPEX menjelaskan rencana fasilitas yang mencakup sumur bawah laut, fasilitas produksi lepas pantai, pipa gas menuju daratan, kilang LNG darat, serta jetty/terminal pemuatan LNG.

ANTARA — Sosialisasi AMDAL pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela di Saumlaki

Pada Juni 2021, ANTARA juga memberitakan peninjauan lokasi rencana pelabuhan kilang LNG di Pulau Nustual dekat Saumlaki sebagai bagian dari persiapan Proyek Strategis Nasional tersebut.

ANTARA — Peninjauan persiapan proyek dan lokasi pelabuhan LNG Masela, Juni 2021

Sekali lagi, berita tersebut tidak digunakan untuk mengidentifikasi secara spesifik bahwa “Dermaga Pioneer” dalam model CORZ adalah fasilitas yang disebut media.

Konteksnya adalah bahwa fasilitas pesisir dan laut memang merupakan komponen penting dalam keseluruhan pengembangan proyek.

Dua Jenis Sediment Source—Jangan Disamakan

Salah satu kekuatan kajian adalah membedakan:

DREDGING SOURCE

dan:

DUMPING SOURCE.

Pada pengerukan:

sedimen berasal dari gangguan dasar di lokasi pekerjaan.

Pada dumping:

sedimen berasal dari material yang ditempatkan kembali pada lokasi pembuangan.

Mekanisme sumbernya berbeda.

Lokasinya dapat berbeda.

Waktu pelepasannya dapat berbeda.

Karakter plume juga dapat berbeda.

Karena itu, pemodelan sebaiknya mempertahankan keduanya sebagai:

SEPARATE ENVIRONMENTAL SCENARIOS.

Enam Skenario, Bukan Satu Plume

Secara keseluruhan:

Sumber Musim Barat Musim Timur
Brine Water Scenario 1 Scenario 2
Sediment Dumping Scenario 3 Scenario 4
Dredging Release — OLNG/Pioneer Jetty Scenario 5 Scenario 6

Dengan struktur ini, kajian membentuk:

3 SOURCES × 2 MONSOONS = 6 SCENARIOS.

Inilah salah satu aspek promosional terkuat studi CORZ.

Bukan hanya:

“Kami membuat model sebaran.”

Tetapi:

Kami memisahkan sumber, proses, dan musim agar setiap mekanisme dapat dianalisis secara lebih jelas.

Dari Source-Based Modelling menuju Environmental Receptor

Model pencemaran menjadi semakin berguna ketika analisis tidak berhenti pada sumber.

Pertanyaannya berkembang:

SOURCE

↓

TRANSPORT

↓

DISPERSION

↓

RECEPTOR

Receptor dapat berupa:

coastal waters • fisheries area • mangrove • coral ecosystem • navigation area • settlement coast • intake • marine facility

Tidak semua receptor harus memiliki tingkat sensitivitas yang sama.

Karena itu, keluaran model dapat menjadi salah satu layer dalam analisis dampak yang lebih luas.

Saumlaki Bukan Hanya Lokasi Proyek—Ia Juga Ruang Kehidupan Laut

Pada 17 Juni 2021, ANTARA memberitakan upaya pemerintah mengoptimalkan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Saumlaki untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

ANTARA — Optimalisasi SKPT Saumlaki untuk menggerakkan ekonomi lokal

Konteks tersebut penting.

Perairan Saumlaki tidak hanya memiliki nilai bagi pembangunan energi.

Ia juga merupakan ruang bagi:

fisheries • coastal livelihoods • navigation • ecosystems • local economy.

Inilah mengapa ANDAL harus mempertemukan dua kebutuhan:

DEVELOPMENT

dan:

ENVIRONMENTAL PROTECTION.

Model Tidak Menggantikan AMDAL—Model Memperkuat Analisisnya

Numerical modelling bukan AMDAL itu sendiri.

Model adalah salah satu alat ilmiah yang dapat membantu menjawab bagian tertentu dari pertanyaan ANDAL.

Misalnya:

Di mana plume berpotensi berkembang?

Bagaimana perbedaan musim memengaruhi arah transportasi?

Bagaimana dumping source berbeda dari dredging source?

Di mana monitoring sebaiknya diprioritaskan?

Skenario mana yang memerlukan perhatian lebih lanjut?

Kemudian informasi model dapat digabungkan dengan:

FIELD DATA + WATER QUALITY + ECOLOGY + SOCIAL DATA + ENGINEERING DESIGN + REGULATORY CRITERIA

untuk menghasilkan analisis lingkungan yang lebih lengkap.

Dari Model menuju Monitoring Design

Salah satu manfaat praktis modelling adalah membantu monitoring menjadi lebih terarah.

Tanpa model:

sample near the source.

Dengan model:

sample where the plume is expected to travel.

Konsepnya:

SOURCE
↓
MODELLED TRANSPORT PATHWAY
↓
POTENTIAL EXPOSURE AREA
↓
MONITORING STATIONS
↓
FIELD VERIFICATION

Dengan demikian, model tidak menggantikan pengukuran lapangan.

Ia membantu:

menentukan di mana pengukuran paling bernilai.

Multi-Source Pollution Requires Multi-Scenario Modelling.

Brine water bukan sedimen.

Sedimen dumping bukan sediment release dari dredging.

Musim Barat bukan Musim Timur.

Jika semua diperlakukan sebagai satu kondisi, informasi penting dapat hilang.

Studi Saumlaki 2021 merepresentasikan pendekatan Research & Studies CORZ Indonesia:

Define Every Source.
Understand the Hydrodynamics.
Separate the Processes.
Compare the Monsoons.
Model the Dispersion.
Identify the Receiving Waters.
Support Better Environmental Decisions.

Karena pertanyaan yang tepat bukan hanya:

“Will something be discharged into the sea?”

tetapi:

“What is being released, when is it released, and where can the ocean carry it?”

CORZ Indonesia for Research & Studies

Hydrodynamic Modelling • Brine Dispersion Modelling • Sediment Transport • Dredging Plume Modelling • Dumping-Area Assessment • ANDAL/AMDAL Modelling Support • Marine Environmental Assessment

Coastal-Ocean Research Zone (CORZ) Indonesia provides research, modelling, analysis, and technical solutions for coastal and ocean environments.

YouTube: https://www.youtube.com/@CORZIndonesia
Website: https://corz.co.id
Email: info@corz.co.id

© 2026 CORZ Indonesia. All Rights Reserved.

VIDEO

Tonton dari CORZ

Nilai bagi Pengambil Keputusan

Punya kebutuhan proyek pesisir atau laut?

Sampaikan lokasi, tujuan, tantangan utama, ketersediaan data, dan keluaran yang diharapkan. Tim CORZ akan membantu menyusun pendekatan teknis yang proporsional.

Kirim Ringkasan Proyek