← Kembali ke Info CORZ
Hasil Studi CORZ

(2016) Pemodelan Gelombang di Perairan Pelabuhan Tanjung Priok

CORZ Indonesia | Research & Studies Sebelum dan Sesudah Reklamasi: Bagaimana Perubahan Geometri Pelabuhan Mengubah Gelombang? Pelabuhan tidak hanya dibangun di atas laut. Pelabuhan juga mengubah bagaimana laut bekerja di dalamnya. Reklamasi mengubah garis batas perairan. Breakwa…

CORZ Indonesia | Research & Studies

Sebelum dan Sesudah Reklamasi: Bagaimana Perubahan Geometri Pelabuhan Mengubah Gelombang?

Lihat beberapa hasil luaran model lainnya di Youtube @CORZIndonesia

Pelabuhan tidak hanya dibangun di atas laut.

Pelabuhan juga mengubah bagaimana laut bekerja di dalamnya.

Reklamasi mengubah garis batas perairan. Breakwater mengubah jalur masuk energi gelombang. Pendalaman dan modifikasi kolam mengubah batimetri. Dermaga dan struktur baru menciptakan bidang refleksi baru.

Akibatnya, ketika konfigurasi sebuah pelabuhan berubah, medan gelombangnya juga berpotensi berubah.

Pertanyaan teknik yang penting kemudian bukan hanya:

“Berapa tinggi gelombang yang datang dari laut?”

Tetapi:

Bagaimana gelombang masuk ke dalam pelabuhan?
Bagaimana reklamasi mengubah propagasinya?
Apakah area tertentu menjadi lebih terlindung atau justru menerima energi gelombang yang berbeda?
Bagaimana refleksi, difraksi, dan transformasi gelombang berubah setelah kolam labuh dimodifikasi?
Dan apakah kondisi baru mendukung lingkungan perairan yang lebih sesuai untuk operasional pelabuhan?

Pada tahun 2016, CORZ Indonesia melakukan Research & Studies melalui pemodelan gelombang menggunakan pendekatan Boussinesq Wave di Pelabuhan Tanjung Priok.

Studi dibangun melalui dua kondisi utama:

  • Pemodelan Tinggi Gelombang Sebelum Reklamasi dan Modifikasi Kolam Labuh
  • Pemodelan Tinggi Gelombang Setelah Reklamasi dan Modifikasi Kolam Labuh

Dengan demikian, model digunakan sebagai sebuah digital before–after experiment untuk memahami respons medan gelombang terhadap perubahan fisik pelabuhan.

Tahun 2016: Tanjung Priok Sedang Bertransformasi

Studi ini dilakukan pada periode yang sangat penting dalam perkembangan Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada 8 Maret 2016, detikFinance melaporkan bahwa pengembangan New Priok berlanjut dengan reklamasi di sekitar New Priok Container Terminal 1. Area tersebut direncanakan untuk pengembangan terminal peti kemas dan terminal produk minyak dan gas.

detikFinance — Ada Reklamasi di Proyek New Priok, 8 Maret 2016

Sebulan kemudian, detikFinance melaporkan bahwa reklamasi lanjutan membutuhkan sekitar 25 juta m³ material, dengan material reklamasi berasal dari hasil pengerukan kawasan kolam pelabuhan. Pemberitaan tersebut juga menyebut rencana pendalaman kawasan dermaga dari sekitar -14 m menjadi -16 m.

detikFinance — Reklamasi New Priok dan pengerukan kolam pelabuhan, 5 April 2016

Pada 13 September 2016, Presiden Joko Widodo meresmikan New Priok Container Terminal 1. Reuters menggambarkan fasilitas tersebut sebagai bagian pertama dari pengembangan besar Pelabuhan Tanjung Priok untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan utama Indonesia.

Reuters — Indonesia president opens Priok port expansion, 13 September 2016

Berita-berita tersebut bukan pemberitaan mengenai studi CORZ. Namun, konteks waktunya memperlihatkan bahwa pemodelan berlangsung ketika geometri dan kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok memang sedang mengalami perubahan besar.

Mengapa Reklamasi Dapat Mengubah Gelombang?

Bayangkan gelombang memasuki sebuah kolam pelabuhan.

Sebelum pembangunan, gelombang menghadapi konfigurasi tertentu:

OPEN WATER → ENTRANCE → BREAKWATER → BASIN → BERTH

Setelah reklamasi dan modifikasi, jalurnya dapat berubah:

OPEN WATER → MODIFIED ENTRANCE → NEW STRUCTURES → MODIFIED BASIN → BERTH

Perubahan bentuk tersebut dapat memengaruhi proses:

REFRACTION
pembelokan gelombang akibat perubahan kedalaman,

DIFFRACTION
penyebaran energi gelombang setelah melewati bukaan atau struktur,

REFLECTION
pemantulan energi dari struktur dan batas pelabuhan,

SHOALING
perubahan tinggi gelombang akibat perubahan kedalaman,

dan

WAVE INTERACTION
interaksi berbagai komponen gelombang di dalam kolam.

Karena itu:

NEW PORT GEOMETRY = NEW WAVE ENVIRONMENT

Mengapa Menggunakan Boussinesq Wave?

Pendekatan Boussinesq Wave sangat berguna ketika kajian membutuhkan representasi proses gelombang di perairan relatif dangkal dan di kawasan dengan geometri kompleks seperti pelabuhan.

Model Boussinesq dapat digunakan untuk mempelajari secara lebih terperinci fenomena seperti:

shoaling • refraction • diffraction • reflection • nonlinear wave transformation • harbour wave propagation

Dalam lingkungan pelabuhan, kemampuan untuk menggambarkan difraksi dan refleksi menjadi sangat penting.

Gelombang yang masuk melalui mulut pelabuhan tidak sekadar berjalan lurus.

Energinya dapat:

masuk → membelok → menyebar → dipantulkan → berinteraksi → membentuk pola tinggi gelombang tertentu di dalam kolam.

Inilah alasan pemodelan gelombang detail diperlukan ketika bentuk pelabuhan berubah.

Model 1 — Kondisi Sebelum Reklamasi

Tahap pertama merepresentasikan konfigurasi:

BEFORE RECLAMATION & BASIN MODIFICATION

Model membangun kondisi dasar atau baseline wave environment.

Dari simulasi ini dapat dipelajari pola:

  • penjalaran gelombang menuju pelabuhan;
  • tinggi gelombang pada berbagai bagian kolam;
  • daerah yang relatif terlindung;
  • zona dengan energi gelombang lebih besar;
  • pola refleksi di sekitar struktur;
  • difraksi melalui bukaan pelabuhan; dan
  • distribusi gelombang menuju area operasional.

Baseline menjadi penting karena tanpa mengetahui kondisi awal, perubahan setelah pembangunan sulit dievaluasi secara objektif.

Prinsipnya:

BEFORE → establishes the reference.

Model 2 — Kondisi Setelah Reklamasi dan Modifikasi Kolam Labuh

Model kedua menggunakan:

AFTER RECLAMATION & BASIN MODIFICATION

Geometri baru kemudian dievaluasi terhadap kondisi gelombang.

Pertanyaannya menjadi:

Apa yang berubah?

Apakah jalur masuk gelombang berubah?

Apakah struktur baru mengurangi penetrasi energi ke bagian tertentu?

Apakah refleksi membentuk pola baru?

Apakah distribusi tinggi gelombang di dalam kolam menjadi berbeda?

Apakah terdapat area yang memerlukan perhatian tambahan?

Model ini mengubah proyek pembangunan menjadi sebuah eksperimen numerik.

BEFORE vs AFTER

Nilai terbesar studi muncul ketika kedua hasil dibandingkan.

CONDITION A

Existing / Before Reclamation

versus

CONDITION B

Modified / After Reclamation

Sehingga:

SAME EXTERNAL WAVE FORCING
+
DIFFERENT PORT GEOMETRY

↓

DIFFERENT WAVE RESPONSE?

Inilah pertanyaan inti studi.

Model dapat digunakan untuk membedakan perubahan yang berasal dari geometri pelabuhan, bukan sekadar perubahan kondisi gelombang di laut luar.

Dari Peta Tinggi Gelombang menuju Evaluasi Desain

Keluaran model sering tampak sebagai peta tinggi gelombang berwarna.

Namun arti sebenarnya jauh lebih besar.

Ketika peta before dan after dibandingkan, kita dapat melihat:

WHERE THE WAVE ENERGY CHANGED

dan selanjutnya mengevaluasi:

  • lokasi dengan penurunan tinggi gelombang;
  • lokasi dengan kemungkinan peningkatan energi;
  • perubahan penetrasi gelombang;
  • perubahan pola refleksi;
  • tingkat ketenangan relatif kolam;
  • perubahan kondisi di sekitar dermaga;
  • efektivitas konfigurasi struktur; dan
  • kebutuhan optimasi lebih lanjut.

Dengan demikian:

WAVE MAP

menjadi:

DESIGN PERFORMANCE INFORMATION.

Mengapa Ketenangan Kolam Pelabuhan Penting?

Operasional pelabuhan membutuhkan kondisi perairan yang memadai.

Gelombang yang berlebihan dapat memengaruhi:

gerakan kapal • mooring • proses sandar • bongkar-muat • tug operation • keselamatan operasional

Karena itu, pelabuhan tidak hanya harus menyediakan:

cukup ruang

dan:

cukup kedalaman.

Ia juga perlu menyediakan:

acceptable wave conditions.

Inilah yang membuat harbour wave modelling menjadi bagian penting dari desain dan evaluasi pelabuhan.

Tanjung Priok 2016: Model dan Infrastruktur Bertemu pada Waktu yang Tepat

The Jakarta Post pada Mei 2016 menggambarkan New Priok sebagai transformasi besar pelabuhan tersibuk Indonesia, dengan proyek perluasan yang diarahkan untuk mengurangi keterbatasan kapasitas dan kemacetan operasional.

The Jakarta Post — New Priok as Jakarta's modern port landmark, 28 May 2016

Setelah NPCT1 diresmikan pada September, The Jakarta Post kembali menyoroti terminal baru tersebut sebagai bagian awal ekspansi Tanjung Priok yang jauh lebih besar.

The Jakarta Post — Our New Sea Gateway, 15 September 2016

Konteks tersebut menunjukkan mengapa studi before–after memiliki relevansi yang sangat kuat.

Ketika sebuah pelabuhan besar sedang berubah, pemodelan memungkinkan perubahan tersebut dievaluasi sebelum hanya mengandalkan pengalaman operasional setelah konstruksi selesai.

Build It Digitally Before Judging It Physically

Salah satu kekuatan terbesar numerical modelling adalah kemampuannya membuat kondisi yang belum atau baru akan dibangun menjadi dapat dianalisis.

Dalam model:

EXISTING PORT

dapat dibandingkan dengan:

PROPOSED / MODIFIED PORT

bahkan sebelum seluruh perubahan fisik selesai.

Pendekatan ini mendukung filosofi:

MODEL → COMPARE → EVALUATE → OPTIMISE → BUILD / OPERATE

Daripada:

BUILD → OBSERVE THE PROBLEM → MODIFY AGAIN.

Dari Wave Modelling menuju Port Decision Support

Studi seperti ini dapat mendukung:

  • Harbour Wave Agitation Studies
    • Reclamation Impact Assessment
    • Breakwater Design & Evaluation
    • Harbour Basin Optimisation
    • Port Expansion Studies
    • Berthing & Mooring Assessment
    • Navigation Safety Studies
    • Environmental Impact Assessment / AMDAL
    • Coastal Infrastructure Design

Model dapat membantu menjawab:

Apakah konfigurasi reklamasi cukup baik?

Bagaimana perubahan kolam memengaruhi gelombang?

Apakah breakwater efektif?

Area mana yang masih menerima penetrasi gelombang besar?

Apakah konfigurasi dapat dioptimalkan sebelum tahap berikutnya?

Di sinilah:

SIMULATION → COMPARISON → DESIGN INSIGHT → BETTER DECISIONS.

Don't Just Build the Harbour. Model How the Waves Will Respond.

Reklamasi mengubah ruang.

Pengerukan mengubah kedalaman.

Breakwater mengubah jalur energi.

Dan laut akan memberikan respons terhadap semuanya.

Studi Tanjung Priok 2016 merepresentasikan salah satu prinsip Research & Studies CORZ Indonesia:

Model the Existing Condition.
Build the Future Geometry Digitally.
Simulate the Waves.
Compare Before and After.
Evaluate the Design.
Support Better Port Decisions.

Karena pertanyaan terpenting bukan hanya:

“What are we changing in the harbour?”

tetapi juga:

“How will the waves respond to that change?”

CORZ Indonesia for Research & Studies

Boussinesq Wave Modelling • Harbour Wave Agitation • Reclamation Studies • Breakwater Assessment • Port Basin Optimisation • Coastal & Port Engineering

Coastal-Ocean Research Zone (CORZ) Indonesia provides research, modelling, analysis, and technical solutions for coastal and ocean environments.

YouTube: https://www.youtube.com/@CORZIndonesia
Website: https://corz.co.id
Email: info@corz.co.id

© 2026 CORZ Indonesia. All Rights Reserved.

VIDEO

Tonton dari CORZ

Nilai bagi Pengambil Keputusan

Punya kebutuhan proyek pesisir atau laut?

Sampaikan lokasi, tujuan, tantangan utama, ketersediaan data, dan keluaran yang diharapkan. Tim CORZ akan membantu menyusun pendekatan teknis yang proporsional.

Kirim Ringkasan Proyek