← Kembali ke Info CORZ
Hasil Studi CORZ

(2007) Pemodelan Tumpahan Minyak di Perairan Cilacap

CORZ Indonesia | Research & Studies Memahami Perjalanan Minyak di Laut Sebelum Tumpahan Menjadi Dampak Perairan Cilacap merupakan salah satu kawasan pesisir strategis Indonesia. Aktivitas pelabuhan, pelayaran tanker, bongkar-muat minyak, kawasan industri, perikanan, serta kebera…

CORZ Indonesia | Research & Studies

Memahami Perjalanan Minyak di Laut Sebelum Tumpahan Menjadi Dampak

Lihat beberapa hasil luaran model lainnya di Youtube @CORZIndonesia

Perairan Cilacap merupakan salah satu kawasan pesisir strategis Indonesia. Aktivitas pelabuhan, pelayaran tanker, bongkar-muat minyak, kawasan industri, perikanan, serta keberadaan fasilitas pengolahan minyak menjadikan interaksi antara laut, energi, dan lingkungan pesisir sangat intensif di kawasan ini.

Dalam lingkungan seperti Cilacap, risiko tumpahan minyak tidak cukup dipahami hanya dengan mengetahui lokasi sumbernya.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:

Jika minyak terlepas ke laut, ke mana ia akan bergerak?

Seberapa jauh tumpahan dapat tersebar?

Bagaimana arus dan musim mengubah jalur transportasinya?

Apakah crude oil, diesel oil, dan gasoline akan memperlihatkan perilaku yang sama?

Pada tahun 2007, CORZ Indonesia melakukan rangkaian Research & Studies melalui pemodelan numerik tumpahan minyak di perairan Cilacap, dengan membandingkan tiga jenis minyak dan dua kondisi musim utama Indonesia.

Studi tersebut terdiri atas:

  • Crude Oil — Musim Barat
  • Crude Oil — Musim Timur
  • Diesel Oil — Musim Barat
  • Diesel Oil — Musim Timur
  • Gasoline — Musim Barat
  • Gasoline — Musim Timur

Dengan demikian, satu kawasan laut dianalisis melalui enam skenario oil-spill modelling untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi perilaku tumpahan pada kondisi yang berbeda.

Mengapa Cilacap?

Relevansi kajian ini sangat kuat jika dilihat dari karakteristik Cilacap sebagai pusat aktivitas minyak nasional.

Pada Juli 2007, ANTARA memberitakan rencana peningkatan kapasitas Kilang Cilacap yang ketika itu memiliki kapasitas sekitar 348.000 barel per hari, menunjukkan besarnya aktivitas pengolahan minyak di kawasan tersebut.

ANTARA — Pertamina Sediakan 100 Juta Dolar AS Buat Kilang Cilacap, 13 Juli 2007

Bahkan, pada 29–30 Desember 2007, masih pada tahun yang sama dengan studi pemodelan CORZ, ANTARA memberitakan kejadian tumpahan minyak di kawasan Teluk Penyu, Cilacap. Nelayan terlibat dalam pengumpulan minyak di perairan, sementara Pertamina melakukan penyelidikan terhadap sumber kebocoran dan jenis minyak yang tumpah.

ANTARA — Pertamina Selidiki Tumpahan Minyak di Cilacap, 30 Desember 2007

Pemberitaan tersebut bukan merupakan pemberitaan mengenai studi CORZ dan tidak berarti pemodelan CORZ memprediksi kejadian tersebut.

Namun, kedekatan waktunya menunjukkan sesuatu yang penting:

oil-spill modelling merupakan kebutuhan nyata bagi kawasan pesisir dengan aktivitas minyak dan pelayaran yang intensif.

Tiga Jenis Minyak, Tiga Karakteristik yang Berbeda

Salah satu kekuatan studi CORZ tahun 2007 adalah tidak menggunakan satu jenis minyak sebagai representasi seluruh kemungkinan kejadian.

CORZ memodelkan tiga kelompok produk:

  1. Crude Oil — Minyak Mentah

Pemodelan crude oil dilakukan untuk Musim Barat dan Musim Timur.

Minyak mentah dapat memiliki karakteristik fisik yang berbeda tergantung komposisinya, tetapi secara umum perilakunya setelah memasuki laut dipengaruhi oleh kombinasi proses transportasi, penyebaran, pencampuran, penguapan, dan perubahan sifat minyak selama berada di lingkungan laut.

Model digunakan untuk mempelajari bagaimana tumpahan dari suatu sumber dapat mengikuti sistem sirkulasi perairan Cilacap serta menghasilkan pola penyebaran tertentu.

Relevansi skenario ini kembali terlihat pada Mei 2015, ketika kebocoran pada fasilitas Single Point Mooring sekitar 16 mil laut di selatan Cilacap menyebabkan crude oil muncul di perairan selatan Nusakambangan. ANTARA melaporkan bahwa kebocoran tersebut kemudian dilokalisasi dan ditangani.

ANTARA — Pertamina Lokalisasi Rembesan Minyak di Nusakambangan, 21 Mei 2015

  1. Diesel Oil

CORZ juga mengembangkan skenario tumpahan diesel oil, masing-masing pada Musim Barat dan Musim Timur.

Diesel memiliki karakteristik yang berbeda dari minyak mentah. Perbedaan sifat fisik dan komposisi tersebut penting karena jenis minyak dapat memengaruhi bagaimana material menyebar dan mengalami perubahan setelah memasuki lingkungan laut.

Dengan menggunakan skenario diesel, pemodelan dapat mengevaluasi:

SOURCE → TRANSPORT → DISPERSION → POTENTIAL EXPOSURE

dan membandingkannya dengan perilaku crude oil pada sistem hidrodinamika yang sama.

  1. Gasoline

Kelompok ketiga adalah gasoline.

Gasoline pada umumnya lebih ringan dan lebih volatil dibandingkan crude oil yang lebih berat. Karena itu, memasukkan gasoline sebagai skenario tersendiri menjadi penting agar seluruh produk minyak tidak diperlakukan seolah-olah memiliki karakteristik yang sama.

Pendekatan CORZ memberikan pesan penting:

Different oil, different behaviour.

Jenis minyak merupakan bagian dari informasi yang harus diperhitungkan bersama kondisi laut ketika melakukan oil-spill assessment.

Musim Barat vs Musim Timur

Jenis minyak bukan satu-satunya variabel yang berubah.

Laut Indonesia juga berubah mengikuti sistem monsun.

Karena itu, setiap jenis minyak dimodelkan CORZ pada:

Musim Barat

dan

Musim Timur.

Pendekatan ini sangat penting karena arah dan kecepatan sirkulasi perairan dapat berubah akibat variasi kondisi meteorologi dan oseanografi.

Artinya:

**SAME LOCATION

  • SAME OIL
  • DIFFERENT SEASON

= POTENTIALLY DIFFERENT SPILL TRAJECTORY**

Tumpahan yang terjadi dari titik sumber yang sama pada waktu yang berbeda tidak selalu menuju kawasan yang sama.

Inilah alasan mengapa sebuah oil-spill contingency plan sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu skenario laut.

Enam Skenario, Satu Sistem Perairan

Rangkaian kajian CORZ dapat diringkas sebagai:

CRUDE OIL

01 — Crude Oil | Musim Barat

02 — Crude Oil | Musim Timur

DIESEL OIL

03 — Diesel Oil | Musim Barat

04 — Diesel Oil | Musim Timur

GASOLINE

05 — Gasoline | Musim Barat

06 — Gasoline | Musim Timur

Enam simulasi tersebut memungkinkan kajian dilakukan melalui dua perspektif sekaligus:

OIL TYPE × SEASON

sehingga interpretasi tidak bergantung hanya pada satu jenis pencemar atau satu keadaan laut.

Dari Sumber Menuju Wilayah yang Berpotensi Terpapar

Secara konseptual, pendekatan pemodelannya menggambarkan suatu rantai proses:

OIL RELEASE

↓

HYDRODYNAMIC CIRCULATION

↓

ADVECTION & DISPERSION

↓

OIL TRANSPORT

↓

SPATIAL SPREADING

↓

POTENTIAL EXPOSURE

Pemodelan memungkinkan posisi tumpahan diamati secara spasial dan temporal.

Bukan sekadar menjawab:

“Di mana minyak tumpah?”

tetapi:

“Ke mana minyak tersebut berpotensi bergerak setelah tumpah?”

Perbedaan tersebut sangat penting dalam pengelolaan keadaan darurat pencemaran laut.

Peristiwa Nyata Memperlihatkan Mengapa Pemodelan Dibutuhkan

Risiko tumpahan minyak di perairan Cilacap tidak berhenti pada kejadian 2007.

Pada 2010, ANTARA kembali melaporkan kejadian tumpahan minyak di perairan Cilacap–Nusakambangan ketika Pertamina menyelidiki kemungkinan tumpahan pada aktivitas pengisian MFO ke sebuah tanker.

ANTARA — Pertamina Selidiki Tumpahan Minyak di Cilacap, 3 Oktober 2010

Pada 2015, insiden lain terjadi. Selain kebocoran crude oil di fasilitas lepas pantai, minyak juga mencemari kawasan Pantai Teluk Penyu. The Jakarta Post memberitakan tuntutan nelayan setelah kejadian tersebut mengganggu aktivitas penangkapan ikan.

The Jakarta Post — Fishermen Seek Compensation Following Cilacap Oil Pollution, 12 September 2015

Kemudian pada Juni 2022, tumpahan minyak mentah kembali muncul di perairan Cilacap. ANTARA melaporkan warga dan nelayan ikut membersihkan minyak di sekitar Dermaga Wijayapura dan Area 70.

Arus yang kuat dan gelombang tinggi dilaporkan ikut menyebabkan area terdampak meluas menuju kawasan Dermaga Batre/Wijayapura—sebuah contoh nyata mengenai pentingnya memahami hubungan antara tumpahan dan dinamika perairan.

ANTARA — Perairan Cilacap Terdampak Tumpahan Minyak, Juni 2022

Sekali lagi, kejadian-kejadian tersebut bukan validasi langsung ataupun kejadian yang diprediksi oleh pemodelan CORZ tahun 2007.

Namun sejarah tersebut memperlihatkan mengapa kemampuan untuk melakukan simulasi tumpahan minyak memiliki nilai strategis bagi Cilacap.

Mengapa Oil-Spill Modelling Penting?

Ketika sebuah tumpahan benar-benar terjadi, waktu menjadi sangat berharga.

Pengambil keputusan perlu mengetahui:

Ke arah mana minyak kemungkinan bergerak?

Kawasan mana yang harus diprioritaskan?

Di mana oil boom atau sistem containment dapat dipertimbangkan?

Kawasan sensitif apa yang berada pada jalur potensial tumpahan?

Bagaimana respons berubah jika kondisi laut berbeda?

Apakah strategi yang sesuai untuk crude oil juga sesuai untuk diesel atau gasoline?

Pemodelan memungkinkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dikaji melalui skenario sebelum ataupun ketika respons terhadap keadaan darurat diperlukan.

From Simulation to Oil-Spill Decision Support

Bagi CORZ Indonesia, keluaran pemodelan bukan sekadar animasi minyak bergerak di atas peta.

Nilainya berada pada informasi yang dapat dihasilkan dari simulasi tersebut.

Oil-spill modelling dapat digunakan untuk mendukung:

  • Oil Spill Contingency Plan
  • Emergency Response Planning
  • Environmental Impact Assessment (EIA/AMDAL)
  • Port & Terminal Risk Assessment
  • Pipeline and SPM Studies
  • Sensitive-Area Protection
  • Coastal Environmental Management
  • Scenario-Based Emergency Exercises

Alur kerjanya dapat diringkas menjadi:

DATA

↓

HYDRODYNAMIC MODEL

↓

OIL CHARACTERISTICS

↓

SPILL SCENARIO

↓

TRAJECTORY & DISPERSION

↓

POTENTIAL EXPOSURE

↓

DECISION SUPPORT

Studi 2007, Relevansi yang Berulang Kali Terlihat

Studi CORZ dilakukan pada 2007.

Pada penghujung tahun yang sama, tumpahan minyak terjadi di Teluk Penyu.

Peristiwa lain kemudian tercatat pada 2010, 2015, dan 2022.

Hal tersebut tidak berarti model dapat mengatakan kapan sebuah tumpahan akan terjadi.

Tetapi model dapat membantu menjawab sesuatu yang berbeda dan sangat penting:

Jika tumpahan terjadi, apa yang mungkin dilakukan laut terhadap minyak tersebut?

Di situlah ilmu hidrodinamika dan pemodelan tumpahan minyak bertemu dengan kebutuhan nyata pengelolaan lingkungan.

Model the Spill Before It Becomes an Impact.

Minyak memiliki karakteristik berbeda.

Laut memiliki kondisi yang berubah.

Musim mengubah sirkulasi.

Dan sebuah tumpahan dapat berubah dari kejadian lokal menjadi persoalan pesisir apabila jalur transportasinya tidak dipahami.

Studi Cilacap 2007 mencerminkan pendekatan CORZ Indonesia:

Know the Oil.

Understand the Water.

Model the Spill.

Compare the Seasons.

Protect What Matters.

CORZ Indonesia for Research & Studies

Oil Spill Modelling • Hydrodynamic Modelling • Marine Pollution • Advection–Dispersion • Environmental Risk Assessment • Coastal & Ocean Modelling

Coastal-Ocean Research Zone (CORZ) Indonesia provides research, modelling, analysis, and technical solutions for coastal and ocean environments.

YouTube — CORZ Indonesia

Website — CORZ Indonesia

Email: info@corz.co.id

© 2026 CORZ Indonesia. All Rights Reserved.

VIDEO

Tonton dari CORZ

Nilai bagi Pengambil Keputusan

Punya kebutuhan proyek pesisir atau laut?

Sampaikan lokasi, tujuan, tantangan utama, ketersediaan data, dan keluaran yang diharapkan. Tim CORZ akan membantu menyusun pendekatan teknis yang proporsional.

Kirim Ringkasan Proyek